Berita Terkini

Etika Komunikasi Digital bagi Mahasiswa

Langsung ke isi artikel

Panduan Mahasiswa · STT STAR

Etika Komunikasi Digital bagi Mahasiswa

Panduan Menghubungi Dosen dan Staf melalui WhatsApp dan Email

Contoh pesan untuk bertanya tentang tugas, meminta bimbingan, mengirim email, dan mengumpulkan berkas kuliah.

WhatsApp · Email · Tugas± 10 menit baca

Mulai membaca

Ilustrasi mahasiswi menggunakan ponsel untuk komunikasi digital di ruang kelas.
Panduan mahasiswa

Contoh pesan tanpa identitas

“Pak, tugas saya sudah masuk?”

Bayangkan pesan itu datang dari nomor yang belum disimpan. Nama profilnya hanya satu huruf, tanpa keterangan kelas atau mata kuliah. Sebelum memeriksa tugas, dosen harus mencari tahu siapa pengirimnya dan tugas mana yang dimaksud.

Mahasiswa mungkin sedang cemas menunggu kepastian. Namun, yang diterima dosen hanyalah pertanyaan tanpa konteks. Tambahan nama, mata kuliah, dan tempat pengumpulan akan memberinya informasi untuk mulai memeriksa.

Pesan yang kurang lengkap perlu diperbaiki, tetapi tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa pengirimnya tidak sopan. Mahasiswa perlu belajar menyampaikan kebutuhan dengan jelas. Dosen dan staf pun perlu memberi arahan tanpa membuat mahasiswa takut bertanya.

Panduan ini membahas kebiasaan yang dapat diterapkan saat mengirim pesan, meminta bimbingan, atau mengumpulkan tugas. Ketentuan khusus kampus dan dosen tetap diutamakan. Nama, NIM, dan situasi dalam contoh bersifat ilustratif.

Periksa Lima Hal Sebelum Mengirim Pesan

  1. Siapa?

    Identitas saya sudah jelas dan penerimanya benar?

  2. Ke mana?

    Saluran komunikasi atau tempat pengumpulan sudah sesuai?

  3. Kapan?

    Waktunya mengikuti jam layanan atau kesepakatan?

  4. Apa?

    Keperluan, pertanyaan, dan lampirannya sudah lengkap?

  5. Bagaimana?

    Bahasanya santun, informasinya benar, dan privasinya terjaga?

Cantumkan Nama dan Identitas Akademik

Gunakan nama lengkap pada akun yang dipakai untuk urusan akademik. Misalnya, tuliskan Maria Sinaga sebagai nama profil WhatsApp, nama tampilan email, dan nama pada akun pembelajaran. Jika membuat kartu kontak diri untuk dibagikan, gunakan nama yang sama.

Kolom Info WhatsApp boleh diisi Mahasiswa PAK | STT STAR. Keterangan itu tidak wajib. Cukup cantumkan informasi yang membantu orang mengenali pemilik akun; NIM, alamat rumah, dan dokumen identitas tidak perlu dipajang pada profil publik.

Saat pertama kali menghubungi dosen atau staf, sebutkan nama dan identitas akademik yang diperlukan, seperti NIM, prodi, kelas, atau mata kuliah. [1]

Jika berganti nomor, beri tahu pihak yang berkepentingan. Tuliskan kembali identitas agar penerima tidak harus menebak siapa pemilik nomor baru tersebut.

Perhatikan pula cara menyimpan kontak orang lain. Nama berikut lebih mudah dikenali daripada julukan atau keterangan seperti “Nomor Kampus”:

Dosen: Pak Daniel Siregar | Dosen | STT STAR
Staf: Bu Rina Hutabarat | Akademik | STT STAR
Layanan resmi: Layanan Akademik | STT STAR

Tambahkan peran atau institusi sesuai kebutuhan. Nomor pribadi seorang staf jangan diberi label sebagai nomor layanan resmi kecuali memang ditetapkan untuk keperluan itu.

Pastikan nomor melalui kanal resmi kampus, bukan hanya berdasarkan nama dan foto profil. Peringatan PGSD FKIP Universitas Lampung tentang penipuan yang mengatasnamakan dosen menunjukkan pentingnya memeriksa ulang identitas pengirim, terutama ketika ada permintaan uang atau data pribadi. [2]

Gunakan Sapaan Bapak atau Ibu

Gunakan Pak/Bu atau Bapak/Ibu, sesuai konteks dan sapaan yang disepakati.

Sebagai sapaan, huruf awal Pak, Bu, Bapak, dan Ibu ditulis dengan kapital, termasuk ketika berada di tengah atau akhir kalimat. Ini mengikuti kaidah EYD V tentang kata kekerabatan yang digunakan sebagai sapaan. [3]

Selamat pagi, Pak Daniel.
Terima kasih, Bu.
Baik, Pak, saya akan memperbaikinya.

Tanda koma memisahkan panggilan dari bagian kalimat lainnya. Pada kalimat “Apakah Bapak tersedia untuk bimbingan?”, tidak ada koma setelah “Bapak” karena kata itu menjadi subjek kalimat. [4]

Gunakan “saya” ketika menyampaikan keperluan akademik. Untuk layanan yang nama petugasnya belum diketahui, sapaan seperti “Selamat pagi, Tim Akademik” dapat digunakan. Dosen dan staf sama-sama perlu disapa dengan hormat, termasuk yang lebih muda.

Sebutkan Identitas dan Keperluan dalam Pesan Pertama

CONTOH ILUSTRATIF

Contoh Pesan untuk Mengonfirmasi Pengumpulan Tugas

Belum lengkap

Pak, tugas saya sudah masuk?

Penerima belum mengetahui nama, kelas, dan tugas yang dimaksud.

Lebih jelas

Selamat pagi, Pak Daniel. Saya Maria Sinaga, NIM 20260001, mahasiswa PAK kelas A. Saya sudah mengumpulkan Tugas 2 Bahasa Ibrani I melalui platform pembelajaran. Apakah berkasnya dapat dibuka, Pak? Terima kasih.

Identitas, tugas, tempat pengumpulan, dan pertanyaan sudah disebutkan.

Periksa status pengumpulan lebih dahulu; hubungi dosen jika masih ada hal yang perlu dikonfirmasi.

Salam, identitas, dan keperluan dapat disampaikan dalam satu pesan. Menulis “Pak…”, “P”, atau salam saja membuat penerima harus menunggu pesan berikutnya untuk mengetahui maksudnya.

Perhatikan contoh berikut:

Contoh pesan

Shalom, selamat pagi, Pak Daniel. Saya Maria Sinaga, NIM 20260001, mahasiswa PAK kelas A. Saya ingin memastikan ketentuan Tugas 2 Bahasa Ibrani I. Apakah daftar pustaka termasuk dalam batas tiga halaman? Terima kasih, Pak.

Pesan tersebut sudah menyebutkan siapa pengirimnya, tugas yang dibahas, dan pertanyaan yang perlu dijawab. Pembukanya tidak perlu diperpanjang dengan beberapa kalimat permohonan izin.

Sebelum mengirim pertanyaan, baca petunjuk tugas dan pengumuman yang tersedia. Jika belum jelas, sebutkan bagian yang belum dipahami. “Apakah bagian refleksi memerlukan sumber tambahan?” lebih terarah daripada “Tugasnya bagaimana, Pak?” Tidak perlu malu meminta penjelasan; tunjukkan bagian yang memerlukan bantuan.

Tulislah kalimat yang mudah dibaca. Hindari singkatan yang membingungkan, huruf kapital sepanjang pesan, dan tanda tanya berulang. [5]

Gunakan “maaf” ketika ada kekeliruan atau gangguan yang perlu diakui, dan “mohon” ketika meminta bantuan. Tidak perlu menumpuk kata-kata itu dalam setiap balasan. Emoji boleh melengkapi pesan, tetapi konfirmasi penting tetap perlu dituliskan dengan jelas.

Kirim Pesan pada Jam Layanan

Untuk pesan ke nomor pribadi, utamakan jam layanan atau waktu yang disepakati. Hindari waktu istirahat dan hari libur kecuali sudah ada pengaturan lain. [1]

Gunakan saluran yang ditetapkan untuk keperluan akademik. Permohonan surat, pertanyaan tugas, dan pengumpulan berkas tidak harus dilayani melalui saluran yang sama. Jika diarahkan ke email atau sistem akademik, ikuti petunjuk tersebut.

Sebelum menelepon atau melakukan panggilan video ke nomor pribadi, tanyakan kesediaan penerima apabila belum ada kesepakatan. Sepakati pula penggunaan pesan suara. Bila digunakan, sampaikan secara ringkas dan tuliskan informasi yang perlu dicatat, seperti tanggal atau nama berkas.

Saat pesan belum dibalas, ikuti waktu respons yang telah diumumkan atau disepakati. Hindari mengirim pesan bertubi-tubi untuk mendesak jawaban. [5]

Jika belum ada ketentuan waktu respons, berikan jeda sebelum mengingatkan. Kirim tindak lanjut pada jam layanan, sebutkan pesan sebelumnya, dan tanyakan hal yang masih perlu dipastikan:

Contoh pesan

Selamat siang, Bu Rina. Saya menindaklanjuti permohonan surat aktif kuliah yang saya kirim Senin. Apakah ada berkas yang perlu saya lengkapi? Terima kasih, Bu.

Bila ada tenggat, sebutkan tanggalnya agar kebutuhan dapat dipertimbangkan. Jangan memakai status “online” atau tanda dibaca sebagai alasan menuntut jawaban segera. Jika batas penyelesaian layanan yang diumumkan sudah terlewati, gunakan jalur tindak lanjut resmi yang tersedia.

Hindari memindahkan penagihan jawaban ke komentar unggahan pribadi dosen atau staf. Urusan akademik sebaiknya tetap dibahas melalui saluran yang sesuai.

Mahasiswa menggunakan laptop dan menyiapkan catatan serta berkas tugas.

Ajukan Jadwal Bimbingan dan Siapkan Revisi

Ketika meminta bimbingan, jelaskan pokok yang ingin dibahas dan ajukan waktu yang memungkinkan. Kalimat “Saya mau bimbingan besok, Pak” belum merupakan kesepakatan pertemuan.

Contoh pesan

Selamat pagi, Pak. Saya ingin berkonsultasi tentang revisi rumusan masalah. Apakah Bapak tersedia Rabu pukul 13.00 atau Kamis pukul 10.00? Jika belum sesuai, mohon informasi waktu lain yang tersedia. Terima kasih, Pak.

Sesudah mendapat persetujuan, pastikan waktu dan tempat atau tautan pertemuannya. Siapkan naskah terbaru, catatan revisi, dan pertanyaan. Kirim bahan lebih awal jika diminta. Jika harus membatalkan atau terlambat, beri kabar sesegera mungkin.

Setelah menerima arahan, konfirmasikan tindak lanjut yang akan dikerjakan:

Contoh pesan

Baik, Pak. Saya akan memperbaiki rumusan masalah dan daftar pustaka sesuai catatan Bapak. Terima kasih.

Jika suatu catatan belum dipahami, tanyakan bagian itu sebelum mengerjakan revisi. Saat mengirim hasilnya, sebutkan perubahan utama dan lokasi yang perlu diperiksa. Misalnya, “Berikut revisi versi kedua, Pak. Rumusan masalah pada halaman 3 sudah saya perbaiki. Daftar pustaka juga sudah saya lengkapi.”

Dalam percakapan yang masih berlangsung, salam dan identitas tidak perlu diulang pada setiap balasan. Setelah jeda panjang atau saat membahas hal baru, sertakan kembali konteks seperlunya.

Laporkan Kendala dan Ajukan Penyelesaian

Jika tidak dapat hadir atau berisiko terlambat mengumpulkan tugas, sampaikan kendala sedini mungkin. Jelaskan apa yang terjadi dan bantuan atau penyesuaian yang diperlukan.

Contoh pesan

Selamat siang, Bu. Saya mengalami kendala saat mengunggah Tugas 2. Saya lampirkan tangkapan layar kendalanya. Apakah ada cara pengumpulan alternatif yang diperbolehkan?

Jika keterlambatan terjadi karena kelalaian sendiri, akui dengan jelas dan ajukan rencana penyelesaian. Tidak perlu membuat alasan lain agar permintaan terdengar lebih meyakinkan. Jelaskan keadaan pribadi hanya sejauh diperlukan.

Bukti kendala harus sesuai dengan keadaan sebenarnya. Jika tangkapan layar memuat data pribadi yang tidak relevan, samarkan data tersebut pada salinan yang dibagikan tanpa mengubah informasi tentang kendalanya. Simpan berkas asli.

Pemberitahuan tidak otomatis menjadi persetujuan. Izin tidak hadir, perpanjangan waktu, atau pengumpulan alternatif tetap mengikuti prosedur dan keputusan yang diberikan.

Beri Nama Berkas dengan Identitas dan Versi Tugas

Berkas bernama “tugas.pdf” belum menjelaskan pemiliknya. Nama “final fix banget.pdf” juga tidak menunjukkan tugas dan versi yang harus diperiksa.

Ikuti format yang ditentukan dosen. Jika belum ada, gunakan pola berikut dengan spasi sebagai pemisah:

CONTOH PENAMAAN

Contoh Format Nama Berkas Tugas

20260001 Maria Sinaga Bahasa Ibrani I Tugas 2 v01.pdf
NIM
20260001
Nama
Maria Sinaga
Mata kuliah
Bahasa Ibrani I
Tugas
Tugas 2
Versi
v01
Ekstensi
.pdf

Gunakan spasi antarbagian. Akhiran .pdf langsung mengikuti v01, tanpa spasi tambahan. Ikuti format dosen apabila sudah ditentukan.

v01 berarti versi pertama. Gunakan v02, v03, dan seterusnya untuk revisi berikutnya. Ganti NIM dan nama dengan identitas sendiri. Pola ini merupakan anjuran untuk membantu pengenalan berkas, bukan aturan yang berlaku untuk semua mata kuliah.

Cantumkan juga nama, NIM, prodi atau kelas, serta mata kuliah di dalam dokumen. Untuk tugas kelompok, gunakan identitas kelompok sesuai petunjuk dan tuliskan seluruh anggota beserta NIM-nya di dalam tugas.

PDF pada contoh bukan ketentuan untuk semua tugas. Gunakan jenis berkas yang diminta. Mengganti akhiran “.docx” menjadi “.pdf” saja tidak mengubah format dokumen; gunakan fitur penyimpanan atau ekspor ke format yang sesuai. [6]

Periksa Berkas dan Status Pengumpulan Tugas

Sebelum mengirim, buka berkas yang akan dikumpulkan. Periksa kelengkapan halaman, keterbacaan isi, dan nomor versinya. Untuk tautan penyimpanan, pastikan penerima mendapat akses yang diperlukan tanpa membuka dokumen kepada orang yang tidak berkepentingan.

Kumpulkan melalui tempat yang ditentukan dan sebelum batas waktunya. Pengiriman lewat WhatsApp tidak menggantikan pengumpulan pada platform pembelajaran tanpa persetujuan.

Sesudah mengunggah, periksa status yang ditampilkan sistem. Pastikan semua langkah pengumpulan sudah selesai; jangan berhenti pada penyimpanan draf jika masih ada langkah kirim. Simpan bukti pengumpulan yang tersedia.

Jika pengiriman melalui WhatsApp diperbolehkan, sertakan pengantar:

Contoh pesan

Selamat siang, Pak. Berikut Tugas 2 Bahasa Ibrani I atas nama Maria Sinaga, kelas A. Berkas saya lampirkan. Terima kasih, Pak.

Salah lampiran dapat terjadi. Segera jelaskan kekeliruannya dan nyatakan berkas penggantinya. Beberapa kiriman beruntun tanpa penjelasan justru membuat penerima harus menentukan sendiri berkas mana yang digunakan.

Mahasiswi menggunakan laptop dan ponsel untuk kegiatan akademik.

Tulis Subjek dan Isi Email dengan Jelas

Subjek email perlu menunjukkan keperluannya. Untuk pengumpulan tugas, cantumkan tugas, mata kuliah, dan identitas mahasiswa.

Subjek: Tugas 2 Bahasa Ibrani I – Maria Sinaga – 20260001

Contoh email

Selamat pagi, Pak Daniel.

Saya Maria Sinaga, mahasiswa PAK kelas A. Saya lampirkan Tugas 2 Bahasa Ibrani I dalam bentuk PDF.

Terima kasih, Pak.

Maria Sinaga
NIM 20260001

Periksa alamat penerima dan lampiran sebelum mengirim. Tambahkan penerima lain hanya jika memang berkepentingan.

Untuk melanjutkan pembahasan yang sama, gunakan balasan pada rangkaian email sebelumnya. Cara ini mempertahankan konteks percakapan. [7] Topik yang berbeda dapat dimulai melalui email baru dengan subjek yang sesuai.

Periksa Informasi dan Jaga Privasi di Grup Kelas

Baca pesan sebelumnya sebelum mengajukan pertanyaan yang sama. Saat meneruskan pengumuman, sertakan sumber dan tanggal. Jika informasi belum dikonfirmasi, periksa dahulu kepada sumbernya sebelum meneruskannya sebagai pengumuman.

Ketua atau penanggung jawab kelas dapat menghimpun pertanyaan yang berulang, lalu meneruskan jawaban tanpa mengubah maknanya. Peran ini membantu koordinasi. Urusan pribadi mahasiswa tetap dapat disampaikan melalui jalur yang ditetapkan.

Jaga agar candaan tidak mempermalukan teman, dosen, atau staf. Mintalah izin sebelum membagikan nomor pribadi atau memublikasikan percakapan orang lain. Untuk urusan administrasi pribadi, pindahkan pembahasan ke saluran yang sesuai.

Pengaduan berbeda dari penyebaran percakapan di grup. Jika ada masalah yang perlu dilaporkan, simpan bukti yang tersedia dan sampaikan secara terbatas kepada pihak yang berwenang menanganinya.

Minta Penjelasan Tugas dan Penilaian dengan Sopan

Agar panduan ini dapat diterapkan, dosen dan staf juga perlu menjelaskan jam layanan, tempat pengumpulan tugas, dan cara menindaklanjuti permohonan. Petunjuk yang belum tersedia atau saling bertentangan perlu diperjelas, bukan seluruhnya dibebankan kepada mahasiswa untuk menebak.

Ketika menerima pesan yang kurang lengkap, tanggapan seperti “Tolong sertakan nama, kelas, dan tugas yang dimaksud, ya” memberi mahasiswa petunjuk untuk memperbaikinya. Kesalahan tanda baca tidak perlu dijadikan ukuran menyeluruh atas sikap seseorang.

Mahasiswa boleh meminta penjelasan dan menyampaikan keberatan dengan alasan yang jelas. Misalnya, “Pak, saya ingin memahami penilaian pada bagian analisis. Bagian mana yang belum memenuhi rubrik?” Pertanyaan seperti itu dapat disampaikan dengan hormat tanpa harus menyembunyikan ketidakpahaman.

Sebelum menekan kirim, baca kembali pesan dari sudut penerimanya. Jika ia masih harus menebak siapa pengirimnya atau apa yang perlu dilakukan, lengkapi bagian itu terlebih dahulu.

Rujukan

Sumber panduan dan kaidah penulisan
  1. Fakultas Teknologi Industri ITB. Etika Menghubungi Dosen melalui SMS/WA/Media Sosial.
  2. PGSD FKIP Universitas Lampung. Waspada! Penipuan Mengatasnamakan Dosen PGSD FKIP Unila.
  3. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. EYD V — Huruf Kapital, butir 23.
  4. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. EYD V — Tanda Koma, butir 6.
  5. Fakultas Hukum Universitas Negeri Surabaya. Etika Menghubungi Dosen.
  6. Microsoft Support. Common file name extensions in Windows.
  7. Teknik Elektro UIN Suska Riau. Etika Berkomunikasi melalui Email — bagian saran oleh Kunaifi.

Rujukan digunakan untuk kaidah bahasa, anjuran komunikasi, verifikasi kontak, dan penjelasan teknis terkait. Format contoh dalam artikel bukan ketentuan resmi dari lembaga-lembaga tersebut.

Kembali ke awal
STT STAR
Andal · Injili · Ekumenis
Panduan komunikasi akademik
WhatsApp · Email · Pengumpulan tugas