Pekanbaru, Rabu, 21 Januari 2026 — Sebuah momen bersejarah dan penuh makna terjadi di lingkungan Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Riau (STT STAR) saat menggelar ibadah gabungan yang dihadiri oleh staf, dosen, mahasiswa/i, serta jemaat dari Life Church Korea Selatan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan iman, tetapi juga memperkuat hubungan lintas bangsa dan mempererat persaudaraan dalam tubuh Kristus.
Acara berlangsung di aula kampus STT STAR dengan atmosfer yang penuh kehangatan dan sukacita. Kehadiran jemaat dari Korea Selatan menambah nuansa internasional yang memperkaya suasana persekutuan. Melalui kegiatan ini, para peserta dapat saling berbagi pengalaman rohani sekaligus menunjukkan solidaritas dalam iman dan pelayanan.
Ibadah tersebut dilayani oleh Ps. Park Sim, seorang hamba Tuhan asal Korea Selatan yang dikenal luas karena pengabdiannya dalam bidang pelayanan dan pengajaran firman Tuhan. Dalam khotbahnya, Ps. Park menyampaikan pesan utama tentang pentingnya hidup dalam kesatuan tubuh Kristus. Ia menegaskan bahwa kekuatan gereja terletak pada keberagaman yang bersatu dalam satu visi dan misi untuk melayani Allah serta sesama.
Selain itu, Ps. Park menekankan pentingnya ketaatan dalam panggilan pelayanan sebagai bagian dari respons iman terhadap panggilan Allah. Ia mengingatkan agar setiap orang percaya tidak ragu untuk dipakai Tuhan sesuai dengan talenta dan karunia yang diberikan, sehingga dapat menjadi berkat bagi banyak orang.
Kegiatan ini memberikan pengalaman spiritual mendalam sekaligus menjadi ajang pembelajaran lintas budaya. Para mahasiswa dan staf mendapatkan kesempatan untuk memahami berbagai perspektif pelayanan dan pengembangan iman dari sudut pandang internasional. Kehadiran Life Church Korea Selatan secara langsung menunjukkan komitmen mereka terhadap misi perdamaian dan persaudaraan global melalui iman Kristiani.
Sebagai institusi pendidikan teologi terkemuka di Riau, STT STAR berkomitmen untuk terus memfasilitasi kegiatan yang memperkuat hubungan antarbangsa dan membangun komunitas iman yang inklusif. Kegiatan seperti ini diyakini akan terus memperkuat semangat persatuan dan kesatuan dalam tubuh Kristus di tengah tantangan zaman modern.
Pengalaman berharga dari acara ini menegaskan bahwa kolaborasi lintas budaya mampu membawa dampak positif dalam memperluas wawasan rohani dan mempererat tali persaudaraan umat percaya dari berbagai latar belakang bangsa. Semoga momentum ini menjadi awal dari banyak inisiatif serupa yang menginspirasi pertumbuhan iman sekaligus memperkokoh kerjasama internasional di bidang pelayanan gerejawi.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, harapannya Indonesia khususnya wilayah Pekanbaru dapat terus menjadi contoh nyata bagaimana keberagaman dapat di satukan dalam kasih Kristus demi kemuliaan nama Allah.


